Anggit Angglang, Literasi Keluarga


Assalammu’alaikum W.W

Hai Sahabat semua, semoga sehat selalu ya...



Silaturahmi Keluarga Anggit Angglang dan pemberian penghargaan

Selasa minggu yang lalu adalah hari yang ditunggu-tunggu. Sebab pada hari itu keluarga Anggit Angglang akan bertemu di Dinas Perpustakaan Kearsipan Daerah Propinsi Jawa Barat (Dispuspida Jabar) yang beralamat di Jl. Kawaluyaan Indah No. 4 Soekarno Hatta Bandung Jawa Barat. Pada hari itu sedang digelar  Hari kunjung Perpustakaan  dari mulai tanggal 12-17 November 2018. Acaranya diisi oleh lomba mewarnai, menggambar,bengkel penulisan,bedah buku, pentas kabisa,games, pameran dan puncaknya adalah  pengukuhan bunda literasi kabupaten/kota dan Jawa Barat serta pengumuman para pemenang lomba. Nah disinilah keluarga Anggit Angglang akan menerima penghargaan berupa piagam dan medali dari kepala  Dispuspida Jabar sebagai pelopor gerakan literasi keluarga Jawa barat yang telah berhasil menyelesaikan tantangan pada waktu liburan bulan Juni-Juli tahun 2018 yang telah membaca,mereview dan mengunggah ke Website Gelak Ceria WJLRC Jawa Barat selama 30 hari tanpa putus bersama keluaraga.


Anggit Angglang adalah komunitas lingkungan pembelajar tempat anggotanya mengenal,memahami dan mempraktekkan pola berpikir terbuka, yang bisa dilatihkan melalui kegiatan literasi sehari-hari dalam keluarga. Ini dapat dilatihkan pada anak usia dini maupun pada orang dewasa. Dapat juga diaplikasikan dalam pembelajaran dikelas. Tujuannya membantu individu menguasai pola berfikir untuk mempermudah proses mengingat,memahami,menyerap dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang akan menjadi bekal dalam menaklukan tantangan kehidupannya. Selain itu diharapkan hasil literasi ini dapat melatih para peserta terampil dalam membagikan informasi yang baik dan bertanggung jawab. Anggit Anggalang merupakan pendekatan hasil penelitian dari pembelajaran literasi versi Amerika Serikat yang telah dimodifikasi oleh Ibu Mia Damayanti sebagai hasil karya ilmiahnya. Beliau adalah  seorang pelopor dan pegiat literasi Jawa Barat.

Ada 110 peserta yang mendaftarkan diri bersama book buddy ke WJLRC (West Java Leader Readings Challenge) melalui website Literasi Jabar Program Gelak Ceria Literasi Keluarga Jabar yang dikelola oleh Pak Boyke Hendarsah, seorang pakar IT. Book Buddy adalah keluarga yang akan bersama kita untuk membaca, mereview, dan mengunggah buku selama 30 hari. Peserta berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa Barat. Sebelumnya Jawa Barat telah menggelar pesta literasi siswa SD dan SMP sebagai bagian dari program WJLRC, sedangkan Gelak ceria Literasi keluarga pesertanya adalah keluarga beserta anggota keluarganya.

Nah ini langkah-langkah mengikuti tantangan Gerak Ceria Literasi Keluarga jabar :
  • Setelah mendaftarkan diri dan mengisi formulir online peserta akan mendapatkan No ID dan password yang bisa diganti, untuk login dan mengunggah hasil review buku
Buku pilihan untuk mengikuti Program Gelak Ceria Literasi Keluarga
  • Setiap hari peserta mengalokasikan waktu bersama book buddynya untuk membaca buku. Buku yang dibaca dan direview pada waktu itu adalah Mencintai Rasulullah 365 Hari Bersama Nabi Muhammad SAW karangan Nurdan Damla Buku itu sangat menarik karena diterjemahkan dari bahasa Turki oleh Farida Inayati. Buku Ini  menceritakan tentang perjalanan Rasulullah yang menarik dan menggugah hati serta sifat-sifat kebaikan yang ada dalam diri Rasulullah yang bisa kita jadikan teladan. Ada gambar-gambar indah sebagai ilustrasi perjalanan Rasulullah SAW dan peta awal penyebaran agama islam yang dapat menambah pengetahuan serta wawasan kita.
  • Melakukan review dengan beberapa tekhnik yang telah diajarkan dan dimbing oleh Bu Mia Damayanti di komunitas Anggit Angglang seperti review  tekhnik jumara, sawarna sarupa,banar,ngaprak dan melampah, semoga tekhnik ini bisa dibahas kemudian.  Berbeda dengan  teknik mereview program WJLRC sebelumnya yaitu fishbone, AIH, Y-Chart dan Infografis.
       Baca Teknik Menulis Review

Kegiatan membaca buku dan bercerita "Mencintai Rasulullah"
  • Memfoto setiap kegiatan dan hasil review kita bersama book buddy.
  • Mengunggah hasil review kita berupa foto review  dan  kegiatan dengan mencantumkan keterangan seperti halaman buku yang telah dibaca,cerita singkat, tempat kegiatan dan keterangan lain yang diperlukan.  ke website jabar WJLRC Gelak Ceria Literasi jabar.
Banyak sekali manfaat yang kami  dapatkan dari program ini antara lain :
  • Komunikasi dan keakraban dengan book buddy terjalin lebih erat, kita jadi tim yang kompak.    Mau tidak mau setiap hari kita akan meluangkan waktu bersama. Book buddy saya adalah anak yang paling tua, tadinya biar lebih mudah. Kadang si bungsu juga ikut mendengarkan atau sesekali mengambilkan gambar untuk kami.  Lama-lama keponakan yang kecil juga ketagihan ingin dibacakan buku.
  •  Melatih kesabaran dan kedisplinan. Ternyata ketika pelaksanaan, jadwal sekolahnya sangat padat, belum lagi kerja kelompok dan kegiatan lainnya. Kadang saya harus menunggu buddy ataupun sebaliknya.  Kemanapun kita pergi , buku selalu dibawa.  karena sudah komitmen dari awal , alhamdulillah bisa terlampaui juga. Kita juga dituntut untuk displin mengunggah hasil kegiatan secara rutin setiap hari.
  • Lebih mengenalkan sosok Rasulullah dan kisah-kisah teladan  kepada book buddy. Harapannya akan menjadi sistem nilai bagi book buddy dan dilaksanakan dalam kehidupannya.  Jadi program ini bisa dijadikan lahan untuk berdakwah pula.
  • Melatih keterampilan. Dengan program ini kami mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru, cara mereview, memilih teknik membaca atau bercerita yang tepat, bahkan Ibu yang gaptek ini bisa belajar karena setiap hari harus mengunggah foto dan hasil review ke website.
  • Terjalin komunikasi dan silaturahmi. Dengan ada dikomunitas ini kita jadi bertambah teman dan saudara, bisa saling membantu, memberi saran dan bertukar fikiran. Padahal sebelumnya kan belum kenal dan ada di tempat yang berbeda.
Menjelang sepuluh hari  terakhir book buddy sakit dan harus dirawat di Rumah sakit. Bulak-balik Rumah, sekolah dan Rumah Sakit harus dijalani, apalagi suami tinggal terpisah di kota lain. Tadinya saya berniat menyudahi saja program ini karena situasi dan kondisi kurang memungkinkan. Tapi book buddy saya menyemangati,” teruskan Bu jangan menyerah.” Saya bawa buku-buku dan perlengkapan menulis  ke Rumah sakit.  Alhamdulillah berkat pertolongan Alllah SWT, semuanya bisa diselesaikan, karena waktu itu unggahan tertunda karena beberapa hari peladen sedang dalam perbaikan. O iya dua hari terakhir ketika program hampir berakhir tiba-tiba saya tidak bisa masuk website, peladennya  selalu bertuliskan  error. Coba pake netbook juga tetap tidak bisa.

Saya sudah panik mengingat perjuangan di 28 hari ini. Kemudian saya berinisiatif melapor ke petugas Web dan beliau bersedia  membantu mengunggahkan review dan foto kami di hari ke-28. Hari ke-29 ketika program akan usai saya ceritakan kepada suami  kejadiannya dan kami coba masuk dengan gawainya, ternyata bisa. Alhamdulillah review dan gambar berhasil diunggah di hari ke-31. Dan ternyata semua peristiwa pasti ada hikmahnya, gawai suami yang masih baru itu diberikannya pada saya, alhamdulillah senangnya.

Piagam dan medali penghargaan dari Kepala Dispuspida sebagai pelopor gerakan literasi keluarga Jabar
Dan Hari ini Selasa 14 November 2018 saya menerima undangan bersama 51 keluarga lainnya  yang lulus tantangan untuk mendapatkan piagam penghargaan dan medali dari kepala dispuspida Jabar, sebagai Pelopor Gerakan Literasi keluarga Jawa Barat. Ah sayangnya book buddy tidak bisa hadir untuk merasakan hasil perjuangan kami pada waktu itu,  karena sedang melaksanakan Try Out di sekolahnya. Ah Nikmat mana lagi yang kamu dustakan. Alhamdulillah.

Tentunya gerakan literasi keluarga ini tidak hanya sampai disini, ini adalah awal untuk semakin membudayakan gerakan literasi, dimulai dari keluarga tercinta.

Mari Membangun keluarga dan masyarakat untuk Jabar juara lahir batin. 

Salam Literasi dari keluarga kami,


Enasusanti








28 komentar:

  1. Selamat ya Mbak atas penghargaannya, semoga program gerakan literasi keluarga seperti ini bisa berkelanjutan dan dilaksanakan di daerah lainnya.
    Salut dengan semangatnya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Saya berharap semoga program literasi keluarga ini bisa membumi di Indonesia. Makasih ya

      Hapus
  2. Mbak ... Tadi di awal aku sempat mengira salah klik link. Dari nama Ena Susanti kok jadi Anggit Angglang? Hahaha ...

    Mendukung banget nih gerakan literasi semacam ini. Apalagi yang namanya memanjangkan silaturahmi, selalu diikuti dengan perluasan rezeki, InsyaAllah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya betul Mbak dengan silaturahmi bertambah rizki, dapat teman baru juga rizki ya. Makasih ya Mbak

      Hapus
  3. Masya Allah, selamat atas penghargaannya, ya, Mba. Alhamdulillah,

    BalasHapus
  4. Wahh, selamat ya mbak.
    Semoga makin sukses dan terus berkarya dalam dunia literasi.
    Btw ikut bangga dengan pemerintah Jabar yang memberikan appresiasi buat pemerhati literasi keluarga.
    Semoga semakin banyak pihak yang mendukung program ini.
    Dan mantul ke daerah2 yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, ya Rabbal a'lamiin. Saya juga punya harapan seperti itu, makasih ya Mbak

      Hapus
  5. Wah seru juga dan banyak juga ya ilmunya yang diadakan oleh Anggit Anggalan ini. Acaranya deket kewaluyaan ya. Bikin saya jadi rindu bandung karena dulu waktu ngajar suka lewat kewaluyaan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak seru dan sangat berkesan.Acaranya di Perpustakaan Jabar, Jl Kawaluyaan. Sekarang tinggal di mana Mbak?

      Hapus
  6. Senang baca blog Mbak Ena, bu guru yang rajin menulis. Selamat atas penghargaannya sbagai pejuang literasi ya, Cikgu ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah makasih Mbak, belajar memberi arti. Aamiin

      Hapus
  7. Pejuang bukan saja yg angkat senjata. Tp lewat literasi bs jg jd pejuang

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Inshaallah, makasih Mbak. Semoga kehebatannya menular ke saya ya.

      Hapus
  9. Bagus banget, Mba. Programnya.selamat ya dapat penghargaan.

    BalasHapus
  10. selamat ya mbak, pasti senang ya mendapat penghargaan seperti itu, semoga dunia literasi semakin berkibar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, alhamdulillah Mbak . Dapat ilmu, pengalaman, dan teman baru.

      Hapus
  11. Hahai, aku juga punya bukunya tapi belum tamat, hehehe. Mau coba cara kayak komunitas ini biar lebih konsisten. Btw, selamat atas pencapaiannya ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai lagi Mbak, wah keren sudah punya karya. Aku mah belum Mbak masih belajar. Makasih ya Mbak

      Hapus
  12. Waah... keren mbak, programnya keren, book buddynya keren... terutama lingkungannya mendukung sehingga bisa terlaksana dengan baik, semoga sukses ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah terima kasih Mbak, sukses juga ya Mbak

      Hapus
  13. Kereen Buu...hebat bisa konsisten. O ya...itu bukunya ditentukan oleh siapa? Kok agak bingung tentang book budy, anak yang membaca buku itu ya maksudnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Bukunya ditentukan diawal oleh panitia, karena itu termasuk buku langka, tapi ditawarkan dulu kepada peserta pilihannya karena ada beberapa pilihan. Book Buddy adalah patner kita membaca dan mereview boleh anak, suami yang penting keluarga.

      Hapus