Kolecer dan Candil

Pernah dengar istilah kolecer dan candil? Ya kedua nama itu tidak asing lagi bagi masyarakat provinsi Jawa Barat . Kolecer adalah jenis mainan tradisional  yang berbahan kayu yang dililit daun pisang kering yang dipasang pada batang bambu ukuran kecil sampai besar. Sekarang kolecer banyak dimodifikasi dengan bahan kertas atau plastik. Kolecer atau kincir angin ini tidak hanya dimainkan oleh anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa. Selain sebagai alat hiburan kolecer ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengusir hama di pesawahan.

Sedangkan candil adalah makanan yang terbuat dari ketan ( bisa juga diganti dengan ubi atau singkong), gula merah dan santan. Makanan ini juga selain akrab di telinga masyarakat Jawa barat juga populer di Pulau Jawa, sebagai  makanan yang disajikan sebagai menu pembuka di saat berbuka puasa.

Tapi sekarang kita tidak sedang berbicara tentang kolecer dan Candil yang itu. Kolecer dan Candil yang kita bicarakan sekarang  adalah program inovasi literasi  baru yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Program baru setelah suksesnya WJLRC (West Java Leaders Reading Challange),Gelak Ceria Literasi Keluarga Anggit Angglang dan program literasi lainnya.

Baca  juga  :Anggit Angglang,Literasi Keluarga.

Program Kolecer dan Candil diluncurkan Pemprov Jabar sebagai kepedulian terhadap rendahnya minat baca masyarakat Indonesia yang menurut survey  Most Literate Nation in The World   2016 hanya menempati posisi ke-61 dari 62 negara yang ikut ambil bagian, dengan rata-rata perbandingan 1 : 10.000 atau sekitar 0,01 persen. Walupun tidak dipungkiri sejak gencarnya program literasi diakui telah ada peningkatan, namun angka  itu tidak terlalu signifikan.

Pemprov Jabar luncurkan program Kolecer-Candil untuk mendekatkan buku pada masyarakat
Sumber foto : Humas Jabar
Program Kolecer - Candil diresmikan oleh Gubernur Jawa barat, Bapak Ridwan Kamil di Lapangan Sempur Bogor pada hari Sabtu, 15 Desember 2018. Didampingi oleh wali kota Bogor, Kepala Perpusnas RI, dan Kepala Dispuspida Jabar. Bogor diharapkan sebagai kota percontohan  program Kolecer - Candil untuk 27 kota / kabupaten lainnya di Jawa Barat, mengingat Bogor sudah banyak mengupayakan gerakan literasi yang luar biasa.  Dengan adanya program Street Library atau Outdoor Library  yang nama lokalnya Kotak Literasi Cerdas ini   dapat ditemukan di pedestrian, taman kota ,alun-alun diseluruh Jawa barat. Sedangkan  Candil merupakan elibrary, dengan nama lokalnya  Maca dina Digital Library membaca melalui smartphone masing-masing. Aplikasi ini  dikeluarkan oleh Dispuspida Jabar. Harapannya dengan adanya program Kolecer- Candil ini dapat meningkatkan indeks membaca masyarakat Jawa barat dan membentengi generasi muda agar literasinya tidak tergerus oleh revolusi digital. Dengan  meningkatnya indeks membaca masyarakat Jawa Barat akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ,tidak menjadi bangsa yang tertinggal dan dapat menyaring informasi dengan benar.

Apa itu kolecer dan candil, yu kita simak ceritanya di bawah ini ,
  • Kolecer adalah akronim dari Kotak Literasi Cerdas  salah satu Street Library yaitu sebuah inovasi perpustakaan mini yang akan diletakkan di jalur-jalur pejalan kaki , yang dapat ditemukan juga di taman kota atau alun-alun. Kolecer ini terinspirasi dari kotak telepon di London, Inggris. Kotak ini dapat memuat 80 judul buku dan akan hadir di 600 titik di Jawa Barat. Bukunya berasal dari instansi,yayasan atau masyarakat yang akan menyumbangkan bukunya.

Kolecer inovasi perpustakaan mini yang akan diletakkan di jalur-jalur pejalan kaki
Sumber foto : Humas jabar
  • Candil  akronim dari Maca dina Digital Library, aplikasi resmi elibrary milik Pemprov Jabar . Dikeluarkan oleh Dispuspida jabar. Candil dapat diakses melalui smartphone yang dapat diunduh di App Store atau Geogle Play. Dengan adanya Candil ini dapat memudahkan masyarakat untuk dapat membaca buku digital di mana  dan kapan pun. Pengarang buku berasal dari seluruh Indonesia. Pada tahap pertama terdapat 500 judul ebook. Gencarnya teknologi dan inovasi dibidang teknologi membuat masyarakat terutama generasi milineal lebih senang berselancar di gawai daripada membaca buku. Semoga dengan adanya program Candil ini dapat mendekatkan buku kepada generasi milenial. Candil dapat dinikmati mulai bulan Januari 2018. Target 1500 ebook dapat diakses pada tahun 2019.

Candil, elibrary yang dapat diunduh dengan mudah melalui smartphone
Sumber foto : Dispuspida jabar
Kolecer dan Candil merupakan program inovasi literasi Pemprov Jabar yang harus kita apresiasi sebagai salah satu upaya untuk membudayakan minat  membaca, khususnya bagi masyarakat Jawa Barat. Membaca tidak lagi sulit, tetapi menjadi  mudah dan menyenangkan.

Kolecer dan Candil inovasi literasi Pemprov Jabar




Sumber : Humas dan Dispuspida Jabar








32 komentar:

  1. Makasih infonya Teh. Pantesan di taman RW dekat rumah ada kotak seperti gardu telepon. Rupanya itu Kolecer.
    Apalagi disertai bangku taman. Semakin betah baca deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Teh, beberapa hari yang lalu sudah diserahkan kolecer ke perwakilan daerah di Jawa Barat.

      Hapus
  2. Hebat Jawa Barat bs menemukan cara utk meningkatkan minat baca bagi warganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, semoga dengan kemudahan ini warga Jawa Barat semakin senang membaca.

      Hapus
  3. Masya Allah kereeen jabar! Kaya di luar negeri, kayanya gak cuma di London yg udah netapin perpustakaan macam itu, ada beberapa negara lainnya juga. Ini namanya jalan2 berfaedah, bisa nerapin apa yg di dpt dr perjalanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba semoga minat membaca warga jabar bertambah dengan banyaknya kemudahan. Iya mungkin sudah banyak yang seperti itu di luar negeri.

      Hapus
  4. Keren ya Ridwan Kamil inovasinya selalu buat masyarakat mau untuk mencoba hal menarik seperti kolecer....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba semoga membuat warga jabar semakin keren karena minat bacanya meningkat.

      Hapus
  5. Wah cari buku karya penulis lokal sekarang bisa donlot aplikasi Candil aja, ya? Mulai per Januari, ya Mbak?

    BalasHapus
  6. Keren Jabar inovatif...smg program Klocer dan Candil bisa mendongkrak minat baca masyarkat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, ya Mba semoga usaha ini berbuah manis dengan meningkatnya minat baca warga Jabar.

      Hapus
  7. Wah pantesan pas nganter Kaka latihan basket, ada rombongan Pak Ridwan Kamil lewat setelah turun dari helikopter. Ternyata untuk meresmikan Kolecer dan Candil. Sebagai warga Jabar, saya ikutan bangga. Semoga programnya bertahan dan berkesinambungan. Terima kasih sudah sharing Teteh 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba tinggal di Bogor ya? Sama-sama Mba, aamiin.

      Hapus
  8. Semoga dengan adanya program ini, minat baca masyarakat semakin tinggi ya mbak

    BalasHapus
  9. Namanya unik ya, semoga jadi akrab dengan warga jabar jadi mudah diingat juga dan pada semangat baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, padahal saya mah ga kepikiran ke sana. Benar-benar kreatif.Juga membuat warga Jabar semakin gemar membaca.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  10. Keren banget, Mba. Tapi di daerahku sini kayaknya belom ada deh

    BalasHapus
  11. Mba, programnya keren-keren. Jabar maju ya literasinya. Pengen deh ada seperti itu di tempatku.

    BalasHapus
  12. Wah hebat ini programnya. Kalau realitasnya, buku di KOLECER itu banyak yang hilang tidak, mbak? Soalnya pas sekolah kami membuat kotak baca di beberapa titik strategis di sekitaran area sekolah, buku-bukunya ada yang berkurang. Ya tidak jelas siapa yang lupa mengembalikan, bisa murid, bisa guru, bisa pegawai sekolah, bisa pekerja luar yang sedang mbangun, atau bisa juga pegawai kantin. hehehee.. semoga KOLECER di Jabar ini sukses.

    BalasHapus
  13. Program yang bagus sekali,karena membaca adalah jendela ilmu pengetahuan dan jendela dunia

    BalasHapus
  14. Hi...hi... Saya tell bingung nyari hubungan antara kolecer dengan candil pas baca judul. Asa ga nyambung. Ternyata itu toh. Salut...

    BalasHapus
  15. Makasi infonya mb..pengen unduh aplikasinya deh 😊

    BalasHapus
  16. Keren, bener banget. Minat baca anakku aja keciil banget, jadi Tau deh. Keren pemprov jabar

    BalasHapus
  17. keren ya, aku dulu waktu kecil, sering ke perpustakaan, dimana aja aku datangin krn bisa baca buku gratis, toko buku gramedia jg jd tempet ngumpul kita pemburu bacaaan gratis...

    BalasHapus
  18. gatau apa itu kolecer dan candil wkwkwk, padahal dulu pernah tinggal di Bandung waktu jaman kuliah. Pas baca langsung mulut bentuk O lebar wkaka, ternyata mainan toh. Terima kasih bun sharingnya.

    BalasHapus
  19. Wah..masyaAllah..makasih infonya teh.. mudah2an kolecernya sampai ke cimahi utara.. duh gak sabar juga nunggu candilnya..seneng bisa baca e-book gratisan hhe

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. wah kreatif banget ya, idenya diambil dari budaya lokal, jadi cepat tersosialisasi. semoga daerah lain juga bisa menirunya

    BalasHapus